Minggu, 24 Oktober 2010

Massa Abstrak ; Perjalanan Naik Motor

Bila ditelaah dari kata-kata nya, kata "Abstrak" mengandung hal yang belum jelas, dan bisa dipersepsikan kedalam banyak hal.

Dan kata "Massa" yang di adaptasi dari bahasa Inggris "Mass" bisa berarti orang yang berbondong-bondong atau orang yang banyak sedang berkumpul.

Dan Massa Abstrak adalah sekumpulan massa yang belum sama sekali mempunyai suatu ikatan, namun mereka berkumpul karena ada kejadian "menarik".

contoh dari Massa Abstrak adalah :

Image Courtesy from Uchix Multiply


Saya sedang naik motor, dan tiba2 diperjalanan ada orang banyak berkumpul, lalu saya mulai penasaran sekaligus memikirkan apa yang terjadi disana, dan akhirnya saya meminggirkan motor saya dan saya hampiri orang-orang yang banyak.

Dan setelah saya dekati, ternyata orang banyak tersebut sedang ramai-ramai meminggirkan pohon yang tumbang, dan saya langsung membantu meminggirkan pohon juga. Dan tanpa sadar saya sudah menjadi bagian dari kerumunan yang tanpa ikatan sekalipun tapi mempunyai tujuan yang sama.
Dari contoh diatas, Anda pasti paham apa maksud dari Massa Abstrak.
Semoga artikel singkat saya dapat membantu.

Sekian dari saya.
Salam, Fakhri.
Psychology Student

Pengenalan Psikologi Massa

Psikologi adalah ilmu tentang perilaku dan proses mental.  Massa dapat diartikan sebagai bentuk kolektivisme (kebersamaan). Oleh karena itu psikologi massa akan berhubungan perilaku yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok massa. Fenomena kebersamaan ini diistilahkan pula sebagai Perilaku Kolektif (Collective Behavior)

Dalam perilaku kolektif, seseorang atau sekelompok orang ingin melakukan perubahan sosial dalam kelompoknya, institusinya, masyarakatnya. Tindakan kelompok ini ada yang diorganisir, dan ada juga tindakan yang tidak diorganisir. Tindakan yang terorganisir inilah yang kemudian banyak dikenal orang sebagai gerakan social (Social Movement).
Perilaku kolektif yang berupa gerakan sosial, seringkali muncul ketika dalam interaksi sosial itu terjadi situasi yang tidak terstruktur, ambigious (ketaksaan/ membingungkan), dan tidak stabil.
Image Courtesy from Keishicho
Reicher & Potter (1985) mengidentifikasi adanya lima tipe kesalahan mendasar dalam psikologi tentang kerumunan (perilaku massa) di masa lalu dan masa kini. Kesalahan-kesalahan itu, meliputi yaitu: (1) abstraksi tentang episode kerumunan bersumber dari konflik antar-kelompok, (2) kegagalan untuk menjelaskan proses dinamikanya, (3) terlalu dibesar-besarkannya anonimitas keanggotaannya, (4) kegagalan memahami motif anggota kerumunan, dan (5) selalu menekankan pada aspek negatif dari kerumunan.

Reicher (1987), Reicher & Potter (1985) selama ini melihat adanya dua (2) bentuk bias dalam memandang teori kerumunan (crowds) yaitu bias politik dan bias perspektif. Bias politik terjadi karena teori kerumunan disusun sebagai usaha mempertahankan tatanan sosial dari mob dan tindakan kerumunan selalu dipandang sebagai konflik sosial. Sementara itu bias perspektif terjadi karena para ahli hanya berperan sebagai orang luar (outsider) yang hanya mengamati masalah tersebut. Akibatnya, terjadi kesalahan dalam memandang tindakan kerumunan secara objektif.
sumber : kesini.

Minggu, 17 Oktober 2010

Efek Instrumental Kelompok



Maksud dari efek instrumental ialah suatu komunikasi antar anggota dan pengaruh dari kebersamaan suatu kelompok.Orang banyak akan melihat dari sisi ini karena orang memilih kelompok karena dia merasa sendiri dan ingin berkelompok.

Jenis Jenis Kelompok dan Pembedaannya


Ruang lingkup kelompok itu sendiri terdapat berbagai jenis kelompok, yang semua nya saling melengkapi, sehingga saya bisa menyebutkan walaupun terdapat jenis-jenis yang berbeda tapi hakikat kelompok tetap sama, yaitu sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu.

Image Courtesy from Fumcedna

Langsung saja, kelompok Sosial terbagi menjadi 6, yaitu :

1. Kelompok Primer
Sedangkan menurut Goerge Homan kelompok primer merupakan sejumlah orang yang terdiri dari beberapa orang yang acapkali berkomunikasi dengan lainnya sehingga setiap orang mampu berkomunikasi secara langsung (bertatap muka) tanpa melalui perantara.
Misalnya: keluarga, RT, kawan sepermainan, kelompok agama, dan lain-lain.

2. Kelompok Sekunder
Jika interaksi sosial terjadi secara tidak langsung, berjauhan, dan sifatnya kurang kekeluargaan. Hubungan yang terjadi biasanya bersifat lebih objektiv.
Misalnya: partai politik, perhimpunan serikat kerja dan lain-lain.

3. Kelompok Formal
Pada kelompok ini ditandai dengan adanya peraturan atau Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) yang ada. Anggotanya diangkat oleh organisasi.
Contoh dari kelompok ini adalah semua perkumpulan yang memiliki AD/ART.

4. Kelompok Informal
Merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan-kebutuhan seseorang. Keanggotan kelompok biasanya tidak teratur dan keanggotaan ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok Kelompok ini terjadi pembagian tugas yang jelas tapi bersifat informal dan hanya berdasarkan kekeluargaan dan simpati
Misalnya: kelompok arisan.

5. Kelompok referensi
Merupakan kelompok sosial yang menjadi ukuran bagi seseorang (bukan anggota kelompok) untuk membentuk pribadi dan perilakunya. Seseorang itu telah menyetujui norma, sikap, dan tujuan dari kelompok tersebut.

6. Kelompok membership 
Merupakan kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut.
Ukuran utama bagi keanggotaan seseorang dengan interaksinya dengan kelompok sosial yang bersangkutan.
Keenam kelompok sosial di atas merupakan kelompok sosial yang teratur.
Adapun kelompok sosial yang tidak teratur adalah : kerumunan (crowd) dan publik dalam berbagai bentuk.

Kita bisa menyimpulkan bahwa setiap kelompok mempunyai fungsi yang terpisah dan banyak berbagai versi kelompok bila kita mengkajinya satu-satu.

Sekian dari Saya, semoga bermanfaat.
Salam, Mohamad Fakhri.
Psychology Student.

Rabu, 06 Oktober 2010

Teori Produktivitas Kelompok

Sebelum saya mengemukakan subjektifitas saya tentang teori ini ada baiknya kita menelaah pendapat para ahli mengenai arti dari produktivitas :


Menurut Basu Swastha dan Ibnu Sukotjo ( 1995: 281 ) produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil ( jumlah barang dan jasa ) dengan sumber ( jumlah tenaga kerja, modal, tanah, energi, dan sebagainya ) yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut.
 
Sedangkan George J. Washinis ( Rusli Syarif,1991: 1 ) memberi pendapat bahwa “Produktivitas mencakup dua konsep dasar yaitu daya guna dan hasil guna. Daya guna menggambarkan tingkat sumber-sumber manusia, dana, dan alam yang diperlukan untuk mengusahakan hasil tertertu, sedangkan hasil guna menggambarkan akibat dan kualitas dari hasil yang diusahakan”.
 
Menurut profesor Luis Sabourin (Rusli Syarif,1991: 1) adalah “Rumusan tradisional dari produktivitas total tidak lain adalah ratio dari apa yang dihasilkan terhadap saluran apa yang digunakan untuk memperoleh hasil tersebut.”
 
Menurut Mukiyat ( 1998: 481 ) bahwa produktivitas kerja biasanya dinyatakan dengan suatu imbangan dari hasil kerja rata-rata dalam hubungannya dengan jam kerja rata-rata dari yang diberikan dengan proses tersebut.

 Dan sekarang pertanyaannya adalah, "mengapa produktivitas mempengaruhi seseorang masuk kedalam anggota kelompok ?"


Logikanya, semakin banyak produktivitas atau prestasi suatu kelompok, maka kelompok itu mempunyai daya tarik, sehingga banyak orang yang ingin masuk ke kelompok itu dengan tujuan ingin ber-prestasi juga.

 Coba lihat gambar diatas, saat Anggota masuk ke dalam kelompok, dan kelompok itu bisa dibilang adalah media nya indivudu untuk menghasilkan suatu produk/prestasi.


Dan saat individu mulai masuk dalam kelompok maka tentu saja individu tersebut melakukan Interaksi, dan Aksi, dan setelah masuk dalam kelompok dia mulai menjalan kan perannya ke dalam kelompok, yang nantinya dia akan menghasilkan sesuatu.


Semoga artikel yang saya tulis bermanfaat.
Salam, Fakhri.
Psychology Student.

Teori Sintalitas Kelompok



Image Courtesy from Utne.com
Bila kita menelaah dari tinjauan teoritis, mengapa orang masuk kedalam kelompok salah satunya adalah Teori Sintalis Kelompok.

Sintalitas adalah kepribadian yang tercipta karena ada nya unsur kebersamaan, dinamika, temperamen dan
kemampuan kelompok

Dimensi kelompok :

1. Sifat-sifat sintalitas yaitu kepengaruhan suatu kelompok secara keseluruhan dengan kelompok lain.
2. Sifat-sifat struktur kelompok sangat berhubungan erat antara anggota kelompok perilaku kelompok, pola organisasi kelompok
3. Sifat-sifat populasinya sama dengan sifat rata-rata anggota kelompok.

Dinamika Sintalitas :

1. Eksistensi kelompok tergantung pada kebutuhan individu anggotanya.
2. Kelompok-kelompok biasanya saling overlapping.


Semoga artikel yang saya tulis bermanfaat.
Salam, Fakhri.
Student Psychology.

Mengapa Seseorang Bergabung dengan Kelompok ?


Dalam kehidupan ini, tak terasa atau bahkan tak terpikirkan bahwa setiap manusia saling memenuhi sebuah sistem, yang didalamnya saling melengkapi, mempergunakan orang lain demi tercapai suatu tujuan. Dan saat kita renungkan lagi ternyata kita (manusia) sudah ada ditengah-tengah saling memanfaatkan. Mungkin itu sudah hakikat kehidupan.

Terdapat banyak kemungkinan dalam kehidupan bermasyarakat, yang ujung-ujungnya bila di diskusi kan akan menjadi hal yang sangat subjektif sekali. Dalam suatu kelompok pun seperti itu, walaupun mereka bersama tetapi setiap individu memainkan peran nya masing-masing. Sehingga itu yang membuat anggota kelompok nya menjadi terikat atau saling membutuhkan.

Image Courtesy from aliyaie.blogspot.com

Ada juga alasan mengapa individu ingin bergabung dalam suatu kelompok, yaitu ingin mendapatkan rasa aman dan rasa diakui. Dalam kehidupan sehari-hari juga kita mungkin menemui kasus saat individu bergabung ke suatu kelompok dia merasa lebih kuat, lebih berkuasa dibandingkan dengan orang yang tidak bergabung dengan kelompok.

Entah bagaimana menurut Anda suatu kelompok, dan saya yakin setiap orang mempunyai alasannya sendiri, kenapa dia bergabung di suatu kelompok atau tidak bergabung.


Semoga tulisan saya bermanfaat.
Salam, Fakhri.
Psychology Student.